Jaringan Kompter

Erfan Rusdi S.Kom

Pengertian Jaringan

Jaringan Komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer otonom. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu network bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Pembatasan istilah otonom disini adalah untuk membedakan dengan sistem master/slave.

Bila sebuah komputer dapat membuat komputer lainnya aktif atau tidak aktif dan mengontrolnya, maka komputer komputer tersebut tidak otonom. Sebuah sistem dengan unit pengendali (control unit) dan sejumlah komputer lain yang merupakan slave bukanlah suatu jaringan; komputer besar dengan remote printer dan terminalpun bukanlah suatu jaringan.

A. MANFAAT JARINGAN

Secara umum, jaringan mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri dan dunia usaha telah pula mengakui bahwa akses ke teknologi informasi modern selalu memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing yang terbatas dalam bidang teknologi.

1. Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.

Misalnya, banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja kerja. Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama.

2. Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date.

Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.

3. Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing).

Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan.

4. Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien.

Surat dan penyampaian pesan elektronik merupakan substansi sebagian besar sistem jaringan, disamping sistem penjadwalan, pemantauan proyek, konferensi online dan groupware, dimana semuanya membantu team bekerja lebih produktif.

5. Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif.

Akses jarak-jauh ke data terpusat memungkinkan karyawan dapat melayani klien di lapangan dan

B. KLASIFIKASI JARINGAN

1. PAN (Personal Area Network)

Merupakan titik akses ke berbagai perangkat pribadi seperti komputer, telpon,ponsel,televisi, sistem keamanan rumah yang berbasis komunikasi data,
maupun perangkat komunikasi publik seperti internet. Kontrol dilakukan dengan authoritas pribadi. Teknologi yang digunakan antara lain Wireless Application Protocol (WAP) dan Bluetooth.

2. LAN (Local Area Network)

Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkanbersama didalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server.

3. MAN (Metropolitan Area Network)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

4. WAN (Wide Area Network)

Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

5. Internet (Interconnected Network)

adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Setiap komputer dan jaringan terhubung – secara langsung maupun tidak langsung – ke beberapa jalur utama yang disebut internet backbone dan dibedakan satu dengan yang lainnya menggunakan unique name yang biasa disebut dengan alamat IP 32 bit. Contoh: 202.155.4.230 . Komputer dan jaringan dengan berbagai platform yang mempunyai perbedaan dan ciri khas masing-masing (Unix, Linux, Windows, Mac, dll) bertukar informasi dengan sebuah protokol standar yang dikenal dengan nama TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

6. IPN (Inter Planet Network)

jaringan ini merupakan jaringan komunikasi antar-planet, satelit,
asteroid, pesawat ruang angkasa robot, pesawat ruang angkasa berawak
berupa backbone yang menghubungkan komunitas dan infrastruktur jaringan
di entitas tersebut.

BLUETOOTH

Pengertian Bluetooth

Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas.

Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.

Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.

Bluetooth menggunakan salah satu dari dua jenis frekuensi Spread Specturm Radio yang digunakan untuk kebutuhan wireless. Jenis frekuensi yang digunakan adalah Frequency Hopping Spread Spedtrum (FHSS), sedangkan yang satu lagi yaitu Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) digunakan oleh IEEE802.11xxx. Transceiver yang digunakan oleh bluetooth bekerja pada frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific, and Medical).

Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Bluetooth dapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara sinkron simultan atau sebuah kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suara sinkron. Setiap kanal suara mendukung sebuah kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal asinkron dapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, dimana untuk arah sebaliknya dapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan untuk mode simetris dapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s. Sebuah perangkat yang memiliki teknologi wireless bluetooth akan mempunyai kemampuan untuk melakukan pertukaran informasi dengan jarak jangkauan sampai dengan 10 meter (~30 feet), bahkan untuk daya kelas 1 bisa sampai pada jarak 100 meter. Sistem bluetooth menyediakan layanan komunikasi point to point maupun komunikasi point to multipoint.

Produk bluetooth dapat berupa PC card atau USB adapter yang dimasukkan ke dalam perangkat. Perangkat-perangkat yang dapat diintegerasikan dengan teknologi bluetooth antara lain : mobile PC, mobile phone, PDA (Personal Digital Assistant), headset, kamera digital, printer, router dan masih banyak peralatan lainnya. Aplikasi – aplikasi yang dapat disediakan oleh layanan bluetooth ini antara lain : PC to PC file transfer, PC to PC file synch (notebook to desktop), PC to mobile phone, PC to PDA, wireless headset, LAN connection via ethernet access point dan sebagainya.

Contoh modul aplikasi beberapa peralatan yang kemungkinan dapat menggunakan teknologi bluetooth dapat dilihat seperti gambar berikut ini.

Contoh Modul Aplikasi Beberapa Bluetooth

Dalam transceiver bluetooth ada tiga kelas yaitu :

Ø Daya kelas 1 didesain untuk peralatan dengan jangkauan yang jauh hingga 100m.

Ø Daya kelas 2 didesain untuk peralatan dengan jangkauan yang jauh hingga 10m.

Ø Daya kelas 3 didesain untuk peralatan dengan jangkauan pendek atau sekitar 1m.

Pengkabelan Pada Jaringan

Ada tiga jenis kabel jaringan (juga dikenal sebagai “media”). Pertama, twisted-pair—standar industri dalam instalasi baru. Kabel ini datang dengan beberapa standar, Unshielded Twisted Pair (UTP) Category 3 yang sering kali digunakan untuk saluran telepon, dan UTP Category 5 yang merupakan standar jaringan sekarang ini.

Kedua, coaxial—mirip dengan cable televisi. Terakhir, fiber optic—biasanya digunakan untuk koneksi antarperangkat “backbone” dalam jaringan besar. Kabel fiber optic merupakan kabel yang paling reliable tetapi juga paling mahal.

UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel Twisted Pair (shielded dan unshielded)Kabel twisted pair dapat dibagi menjadi dua macam yaitu shielded yang memiliki selubung pembungkus dan unshielded yang tidak mempunyai selubung pembungkus.

Kabel ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1. merupakan sepasang kabel yang di-twist satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik.

2. dapat terdiri dari dua, empat, atau lebih pasangan kabel

3. ada dua jenis kabel twisted pair yaitu UTP (unshielded twisted pair) dan STP (
shielded twisted pair)

4. dapat melewatkan signal sampai 10-100 mbps

5. hanya dapat menangani satu channel data (baseband)

6. koneksi pada twisted pair biasanya menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45

7. STP lebih tahan interferensi daripada UTP dan dapat beroperasi pada
kecepatan yang lebih tinggi sampai 100 mbps, namun lebih sulit ditangani
secara fisik

8. paling populer digunakan pada Local Area Network (LAN)

9. memiliki bandwidth yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband(multiple channel)

10. ada bermacam-macam jenis kabel coax seperti kabel TV, thick, ARCnet, dan thin coax.

Kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang dapat mentransmisi cahaya. Dibandingkan dengan jenis kabel lainnya, kabel ini lebih mahal. Namun, fiber optic memiliki jangkauan yang lebih jauh dari 550 meter sampai ratusan kilometer, tahan terhadap interferensi elektromagnetik dan dapat mengirim data pada kecepatan yang lebih tinggi dari jenis kabel lainnya.

Kabel fiber optic tidak membawa sinyal elektrik, seperti kabel lainnya yang menggunakan kabel tembaga. Sebagai gantinya, sinyal yang mewakili bit tersebut diubah ke bentuk cahaya. Kabel fiber optic terdiri dari dua jenis, yang dikenal sebagai single mode dan multi mode. Kabel single mode dapat menjangkau jarak yang lebih jauh dann hanya mengirim satu sinyal pada satu waktu.

Kabel multimode mengirim sinyal yang berbeda pada saat yang bersamaan, mengirim data pada sudut refraksi yang berbeda pada saat yang bersamaan, mengirim data pada susut refraksi yang berbeda. Kabel single mode dapat menjangkau ratusan kilometer sedangkan kabel multimode biasanya hanya mencapai 550 meter atau kurang.

Konektor kabel fiber optic terdiri dari dua jenis-konektor model ST yang berbentuk lingkaran dan konektor SC yang berbentuk persegi. Penggunaan kabel ini harus disesuaikan dengan jenis perangkat yang anda gunakan karena mereka mungkin berbeda.

Unshielded Twisted Pair (UTP)

Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah jenis kabel yang terdiri dari dua kawat tak terbungkus yang berpilin. Kabel UTP banyak digunakan pada local-area networks (LANs) dan sambungan telepon karena harganya lebih murah. KabelUTP tidak sebaik kabel koaksial dan serat optik dalam hal penyediaan banwidth dan ketahanan terhadap interferensi.

Pengkategorian Kabel UTP Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 – 7 yang sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5.

Berikut ini kegunaan dari kabel kategori 1 – 7 :

Cat 1 sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service)telephone dan ISDN.

cat 2 dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps.

cat 3 dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps.

cat 4 Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.

cat 5 Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengankecepatan100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte Ethernet network.

cat 5e Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support
gigabyte ethernet network.

cat 6 Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan
cat-5e

cat 6a Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps

cat 7 di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.

Keuntungan kabel UTP

1. Investasi pad sisi pelanggan lebih murah

2. Kecepatan transmisi data lebih tinggi dibanding Wi-FI (10-100Mbps)

3. Aplikasi yang dimanfaatkan bisa lebih banyak dikarenakan bandwidthnya yang
tinggi (gameonline, file sharing, video streaming, dll)

4. Tidak rentan terhadap penyadapan data dibanding teknologi wireless

Kekurangan kabel UTP

1. Rentan terhadap gangguan petir namun dapat dikurangi dengan penggunaan
surge protector.

2. Kemungkinan gangguan atau kerusakan lebih tinggi karena melalui area publik.

3. Biaya pemeliharaan relatif tinggi karena harus dipersiapkan untuk penggatian
switch atau kabel yang rusak.

Pengalamatan IP (Internet Protocol)

Pada jaringan komputer yang berbasiskan TCP/IP, setiap perangkat keras yang ingin berkomunikasi, memiliki sebuah alamat yang unik yang panjangnya 32 bit pada setiap network interface yang dimilikinya. Alamat unik ini dikenal dengan nama IP Address. IP Address terbagi menjadi 4 bagian dimana setiap bagiannya terdiri atas 8 bit yang disebut octet dan dibatasi dengan tanda titik (“.”) untuk memudahkan pembacaan.

Pengalamatan IP terdiri dari dua bagian yakni bagian network number dan host number. Bagian yang menjadi network number dan host number diketahui dari pembagian kelas IP. Kelas IP dibedakan pada ukuran dan jumlahnya. Pengalamatan IP diatur oleh ARIN (American Registry for Internet Numbers). Pengalamatan IP terbagi dalam lima kelas yaitu:

1. Kelas A

Kelas A merupakan kelas yang memiliki jumlah host number terbanyak yaitu 16.777.214 host, sehingga kelas ini memiliki jumlah network interface terbanyak yang dapat ditampung. Kelas ini biasa digunakan oleh perusahaan yang memiliki jaringan dalam skala yang besar. Alamat IP pada kelas A dimulai dari 1.0.0.0 sampai 126.255.255.255.

2. Kelas B

Kelas B memiliki 2 octet host number yang memungkinnya untuk menampung 65534 network interface pada sebuah subnet. Alamat IP kelas B digunakan untuk jaringan dengan skala menengah. Alamat IP pada kelas B berkisar antara 128.0.0.0 sampai 192.167.255.255.

3. Kelas C

Kelas C memiliki 1 octet host number yang memungkinkannya untuk menampung 254 network interface pada sebuah subnet. Kelas ini memiliki jumlah network interface yang paling sedikit dan juga paling banyak untuk jaringan berskala kecil. Alamat pada kelas C dimulai dari 192.168.0.0 sampai 223.0.0.0.

4. Kelas D

Kelas D merupakan kelas khusus yang tidak dapat dipakai oleh publik karena satu blok kelas ini khusus dipakai untuk keperluan multicast. Multicast adalah jenis transmisi layaknya broadcast, namun dalam skala yang lebih kecil dan dapat ditentukan.

5. Kelas E

Kelas E adalah kelas IP yang tidak digunakan dan khusus disimpan dengan tujuan sebagai kelas cadangan untuk keperluan di masa mendatang.

Selain pembagian menurut alamat yang mampu ditampung, IP address juga dibagi menjadi dua macam berdasarkan pemakaiannya di internet:

1. Private IP address

Private IP address adalah alamat IP yang digunakan oleh sebuah komunitas, baik itu rumah ataupun sebuah perusahaan, yang tidak tersambung langsung ke internet. Alamat IP ini tidak bisa berkomunikasi langsung dengan komputer lain pada jaringan internet, sehingga untuk dapat berkomunikasi dibutuhkan perantara yaitu Internet Service Provider (ISP) yang menyediakan jasa layanan internet.

Range private IP address bergantung dari jenis kelas IP:

Kelas A : 10.x.x.x

Kelas B : 172.16.x.x s/d 172.31.x.x

Kelas C : 192.168.x.x

Keterangan: x adalah nomor mulai dari 0 sampai 255.

2. Public IP address

Public IP address adalah alamat IP yang digunakan untuk berkomunikasi antar komputer yang tersambung secara langsung dalam jaringan internet. Jenis IP address banyak digunakan oleh Internet Service Provider (ISP) dan lembaga-lembaga dunia yang mengatur lalu-lintas di internet. Range alamat yang dimiliki oleh public IP address adalah semua alamat IP selain yang berada dalam range private IP address dan IP loopback (127.x.x.x).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: